Ragam Persoalan Hujani Reses Anggota DPRD Kota Solok Herdiyulis

55 views

SpiritNews.Co, Solok | Ragam persoalan masyarakat menghujani reses anggota DPRD Kota Solok, Herdiyulis. Masyarakat mulai dari pemuda, orang tua, pedagang turut hadir. Dengan suasana obrolan santai Herdiyulis menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan program pemerintah, di Aula Kantor Camat Tanjung Harapan, Senin, 19 Februari 2018.

Yurnalis masyarakat asal kelurahan Laing, mengutarakan persoalan pembangunan jalan usaha tani dari jalan lingkar utara ke sawah sungai abang yang terkendala persoalan lahan.

Padahal sebutnya, pemilik lahan sudah menyerahkan kepada pemerintah untuk pembangunan jalan.

“Ada oknum masyarakat yang mengaku sebagai pemilik salah satu lahan, tapi informasinya, lahan itu sudah dibebaskan oleh Pemko dalam areal jalan lingkar utara, kami tidak mau pembangunan yang sudah dianggarkan ini batal,” sebutnya.

Menjawab persoalan itu, Herdiyulis berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada pemerintah daerah dan dinas terkait agar dikroscek betul, status lahan yang akan dibangunkan jalan usaha tani.

Jalan usaha tani yang rencananya akan dibangun sepanjang lebih kurang 1 kilometer itu, akan sangat membantu petani dalam menekan biaya dan mempermudah akses transportasi hasil-hasil pertanian masyarakat.

Sementara itu, warga Kelurahan Kampuang Jawa, Amri mengaku sangat prihatin dengan tidak adanya tindakan tegas pemerintah kota Solok dalam mengatur angkutan barang yang melebihi muatan tonase jalan.

Bahkan kondisi ini sudah berlansung cukup lama, ia mengkhawatirkan, jika dibiarkan terus akan mempercepat kerusakan jalan yang saat ini sudah baik. Selain itu, juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

Menanggapi hal itu, Herdiyulis mengaku akan menjadikannya catatan serius untuk disampaikan nantinya. Sebab aspirasi masyarakat dalam reses menjadi sebuah legitimasi kuat untuk meminta aksi nyata dari pemerintah daerah.

Hal itu hanyalah sekelumit dari berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Banyak kendala dan permasalahan lain yang turut diadukan ke Herdiyulis.

Persoalan kurang tepat sasarannya pembagian Raskin, persoalan pedagang pasar raya dan bantuan dana pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Bagi Herdiyulis, Reses menjadi sarana penting tatap muka atau berkomunikasi lansung dengan masyarakat, diluar diakusi dan pertemua secara pribadi dan konteks lainnya. Hal ini merupakan amanah yang harus dijalankan sebagai wakil masyarakat di legislatif.

“Reses ini sangat penting, mungkin ada kebutuhan masyarakat akan pembangunan dan lainnya yang belum terfasilitasi melalui Musrenbang, akan kita akomodir melalui Pokok-pokok pikiran dewan,” sebutnya.

Anggota DPRD asal Dapil Tanjung Harapan dua periode tersebut juga kembali meluruskan terkait keputusannya “Hijrah” ke Dapil Lubuk Sikarah.

Ia meminta masyarakat Tanjung Harapan untuk tidak salah dalam mengartikan istilah Hijrah yang digunakan.

Konteks kata hijrah, sebut Herdiyulis bukan dalam artian berpindah dari darerah kurang baik ke daerah yang baik, namun lebih ke konteks politik sebagai sebuah pengabdian bagi masyarakat kota Solok secara keseluruhan. Bukan dalam cakupan kepentingan pribadi atau sesaat saja.

Pada kesempatan itu, Herdiyulis juga menyerahkan bantuan Al-Quran kepada salah satu mesjid yang ada di kelurahan. Bantuan Al-Quran tersebut merupakan sebuah bentuk dukungan untuk kembali membumikan Al-Quran sebagai Pedoman hidup umat Islam.

Melihat kenyataan hari ini, bebernya, Generasi muda harus kembali diransang untuk mengaji dan mendalami ilmu agama. Semua tuntunan berkehidupan ada didalamnya.

“Kita akui atau tidak, sedikit banyaknya, generasi muda kita lebih cenderung terkontaminasi dengan pola pikir dan pola hidup dari luar, ini adalah tugas kita bersama untuk menyelamatkan, sehingga generasi kedepan lebih siap menghadapi berbagai fenomena kemajuan zaman,” tutupnya. (eyn)