Polres Solok Kota Gelar Razia Miras di Kedai, Kafe dan Warung Kaki Lima

21 views

SpiritNews.Co, Solok | Dalam rangka mewujudkan Solok Kota Beras Serambi Madinah, yang tidak hanya sebatas slogan, Polres Solok Kota melakukan Razia di Kedai, Kafe dan Warung Kaki Lima.

Alhasil puluhan minuman keras (miras) berbagai merek berhasil diamankan. Meskipun Miras telah dikategorikan sebagai salah satu penyakit masyarakat, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Solok Nomor 8 Tahun 2016, tentang pencegahan dan pemberantasan penyakit masyarakat, ternyata Miras tetap saja beredar.

Tidak hanya di Kafe-Kafe yang menyediakan tempat hiburan karaoke, miras juga dijual secara sembunyi-sembunyi di beberapa toko dan warung kaki lima.

Penyitaan miras tersebut, digelar dalam Operasi Bina Kusuma Singgalang 2018, dengan sasaran utama adalah premanisme dan penyakit masyarakat.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan melalui Kabag Ops Bresman Simanjuntak mengatakan, para hari Rabu lalu (21/3), Polisi berhasil menyita 86 botol miras dari berbagai merek.

Dijelaskan Bresman, miras yang disita terdiri dari golongan A yang mengandung etil alkohol atau etanol dengan kadar 0-5% sebanyak 59 botol, golongan B dengan kadar 20% sebanyak 3 botol hingga miras beralkohol tinggi yang bergolongan C 55% ditemukan di warung kaki lima sebanyak 24 botol.

“Miras tersebut disita dari 9 tempat yang berbeda yaitu 3 kafe, Pelangi, Carli dan Bigstone, 1 mini market, 3 warung, 1 toko dan 1 rumah warga sebagai tempat penyimpanan sebelum dibawa ke tempat berjualan,” kata Bresman.

Para pemilik miras nantinya akan dilanjutkan proses hukum ke pengadilan, dijelaskan Bresman Pemerintah, tokoh agama dan masyarakat sangat mendukung upaya Polres Solok Kota untuk menciptakan kondisi dan situasi Kota Solok yang sesuai dengan keinginan masyarakat, yakni mewujudkan Serambi Madinah dengan berbagai upaya.

“Upaya-upaya yang dilakukan adalah penertiban terhadap penyakit masyarakat, seperti miras, kemudian sebelumnya juga sudah pernah dilakukan operasi gabungan penutupan kafe-kafe yang tidak berizin atau yang tidak memenuhi syarat dalam perda, tapi sepertinya upaya ini belum maksimal dan harus dilanjutkan,” kata Bresman.

Sementara itu, Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan mengatakan, dibutuhkan keberanian, ketegasan, keberlanjutan dan sinergitas antar instansi yang terlibat, sehingga Solok sebagai Kota Beras Serambi Madinah tidak hanya sebatas slogan saja, salah satunya adalah penegakan perda.

Pada pasal 4 huruf b, dalam perda tersebut secara tegas melarang, menjual bahkan meminum-minuman beralkohol di Kota Solok. Perda tersebut dengan tegas tidak mentolerir adanya peredaran miras di Kota Solok, yang merupakan penjabaran dari pasal 20 ayat 4 Permendagri no 20 tahun 2014, dimana pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah kota/kabupaten untuk membatasi peredaran miras, dan menyusun perda berdasarkan kajian yang mendalam dengan mengakomodir kearifan lokal

“Untuk menertibkan dan menanggulangi penyakit masyarakat, kita tidak boleh pandang bulu dan tidak boleh sedikitpun ada kepentingan-kepentingan. Koordinasi dengan instansi terkait sudah sering dilakukan dan bahkan sudah terbentuk tim terpadu Satuan Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4). Di tangan Tim terpadu inilah dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat, kita titipkan harapan besar sebagian besar masyarakat Kota Solok agar Kota Solok jauh dari penyakit masyarakat, aman, tertib dan sejuk,” kata Dony. (eyn)