Pilpres 2019, PDIP Belajar dari Kekalahan Pilgub DKI Jakarta

13 views

Presiden Jokowi saat hadir di acara Rakornas PDIP.

SpiritNews.Co, Jakarta | Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menyatakan perkembangan dinamika politik sangatlah dinamis. PDIP kata Eva akan belajar dari kekalahan yang dialami partainya saat menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

Eva menambahkan, partainya berkomitmen kekalahan yang dialami Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, tak boleh terulang di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Untuk diketahui, PDIP diketahui akan kembali mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden untuk periode 2019-2024. Sama seperti Pilpres 2014, Jokowi kemungkinan akan kembali melawan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang baru saja menyatakan siap untuk maju di Pilpres 2019.

“Kalahnya Ahok memberi pelajaran ke kita, jangan kepedean. Politik amat dinamis dan bisa tidak terduga,” kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari seperti dilansir dari Okezone, Kamis, 12 April 2018.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengakui Prabowo merupakan lawan Jokowi yang paling siap bertarung di Pilpres 2019. Untuk itulah, PDIP akan mewaspadai segala dinamika politik jelang pendaftaran pasangan capres-cawapres Pilpres 2019 pada Agustus 2018.

“Kita lihat dan perhatikan dinamika pilpres sampai dengan Juli-Agustus yang akan datang, ketika pendaftaran pilpres dimulai,” ujar Andreas.

Sejauh ini beberapa parpol yang resmi mendukung Jokowi di Pilpres 2019 diantaranya, PDIP, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Hanura dan partai non parlemen Partai Perindo dan PSI. Sedangkan Partai Demokrat dan PAN masih belum menentukan sikap politiknya. Untuk PKS memastikan akan mendukung Prabowo dalam pertarungan merebut kursi presiden.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ia mengatakan, menerima sebagai capres dan meminta untuk segera membangun koalisi Pilpres. Di hadapan kader yang hadir di Rakornas Gerindra di Hambalang, Kabupetan Bogor Prabowo menyebutkan akan melaksanakan semua perintah Partai Gerindra. Termasuk, bila diberikan amanat untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019.

“Selama saya masih bisa berjuang, dan selama saya dipercaya oleh Partai Gerindra. Apapun tugas yang diberikan Partai Gerindra kepada saya, akan saya jalankan,” kata Prabowo dalam pidatonya di depan kader Gerindra, Rabu 11 April 2018. (okz/red)