Pendidikan Karakter Diusulkan Masuk Sistem Pendidikan Nasional

34 views

Wakil Ketua DPD, Darmayanti Lubis.

SpiritNews.Co, Bengkulu | Wakil Ketua DPD, Darmayanti Lubis, mengusulkan pendidikan karakter harus dimasukkan dalam sistem pendidikan nasional. Ini sejalan dengan pembangunan jangka panjang Generasi Muda Emas dalam 30 tahun mendatang.

“Ketika saat itu tiba, apakah generasi muda kita siap. Bagaimana caranya kita mempersiapkan diri, karena apapun program masa depan harus diimplementasikan,” ujar Damayanti seperti dilansir dari detikcom, Senin, 30 April 2018.

Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum di Fakultas Teknik Universitas Prof. Dr. Hazairin, Bengkulu. Untuk itu hendaknya, seluruh elemen bangsa mempunyai program kerja jangka panjang sampai Indonesia Emas pada 30-an tahun yang akan datang.

“Semua harus giat mengembangkan ilmu pengetahuan, semua harus belajar, semua harus terbiasa kreatif, dan pada akhirnya, kita akan mencapai kejayaan yang kita inginkan,” kata Damayanti.

Dia menjelaskan, pertambahan penduduk Indonesia setiap tahun secara netto adalah 1,5% per tahun. Dari jumlah bangsa kita saat ini yang sekitar 255 juta orang, ditambah 45% dalam 30 tahun, maka tahun 2045, jumlah penduduk akan mencapai hampir 400 juta orang.

“Kalau kita tidak menyiapkan visi dan misi yang jelas untuk mencapainya. Maka tidak tahu akan seperti apa nasib generasi muda pada 2045 nanti,” ungkap Damayanti.

Menurutnya, Indonesia harus memiliki generasi muda yang berkarakter seperti menjunjung toleransi, kreativitas tinggi, anti narkoba, dan pendidikan agama. Jika karakter tersebut ditanamkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta generasi muda yang berkualitas dan berkarakter.

Diungkapkannya, terdapat empat komponen penting yang dapat menunjang pembentukan generasi emas, yaitu keluarga, pendidikan, masyarakat, dan pemuka agama.

Selain itu, senator asal Sumatera Utara ini juga berharap pemerintah daerah dapat membantu kreativitas dan semangat generasi muda yang memiliki program kerja yang konstruktif.

“Hal ini harus jadi gerakan bersama dan DPD akan memastikan bahwa pendidikan karakter itu sudah berlangsung sejak pendidikan usia dini. Generasi muda ini harus dibantu supaya bisa mandiri. Setiap inovasi dan kreativitas mereka hendaknya mendapat dukungan pemda,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPD asal Bengkulu, Ahmad Kanedi, mengatakan menciptakan sistem pendidikan yang berkarakter menjadi perjuangan bersama.

“Kami akan terus berupaya untuk menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, melalui alat kelengkapan DPD,” pungkas Kanedi. (dtc/red)