Pencarian Korban Longsor di Ponorogo Dilanjutkan

200 views

Jasad Iwan Danang Suwandi, warga Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dievakuasi dari lokasi bencana tanah longsor, Minggu, 2 April 2017, siang.

SpiritNews.Co, Ponorogo | Tim Gabungan SAR akan terus melanjutkan pencarian 25 korban hilang tanah longsor yang belum ketemu di mimpi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo setelah tujuh hari bekerja. Pencarian korban hilang dilanjutkan atas permintaan keluarga korban.

“Kepala Desa Banaran telah menyampaikan aspirasi dari warganya kepada saya. Keluarga korban meminta Pemkab Ponorogo untuk memperpanjang pencarian korban,” kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni usai menggelar rapat evaluasi pencarian selama satu minggu, Sabtu, 8 April 2017.

Untuk kelanjutan pencarian korban hilang, kata Ipong, warga memberikan saran agar fokus lokasi pencarian dilakukan sesuai dengan arahan keluarga korban. Salah satunya fokus pencarian sisa korban hilang tanah longsor di sektor C dan D.

Menurut Ipong, perpanjangan waktu pencarian korban hilang diharapkan dapat memenuhi keinginan keluarga korban. Bila dengan tambahan waktu pencarian ternyata tidak temukan sisa korban hilang bisa jadi keluarga akan mengikhlaskannya.

Ipong mengatakan sesuai penjelasan Basarnas kepadanya, waktu pencarian dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Dengan demikian, masa pencarian bisa bertambah satu hingga maksimal tujuh hari.

Ia menambahkan, sejatinya secara teknis pencarian korban hilang sudah bisa dihentikan. Sebab, berdasarkan informasi serta masukan dari Basarnas dan kepala desa, sangat kecil kemungkinan menemukan 25 korban hilang.

Kesulitan yang dihadapi, lanjut Ipong, Tim SAR dan evakuasi pencarian korban terkendala jumlah material longsoran yang begitu tebal. Perkiraanya jumlah materialnya mencapai satu juta kubik.

Bila dilakukan pencarian secara menyeluruh membutuhkan waktu satu tahun dengan 10-15 unit eksavator. Sementara untuk menambah alat tidak mungkin dilakukan lagi. (red)