Penampakan Sosok Sepasang Tahanan KPK di Balai Kota Solok

9 views

SpiritNews.Co, Solok | Ada yang berbeda dengan wajah kantor Balai Kota Solok, yang menarik perhatian dan rasa penasaran masyarakat. Yakni, terdapat sepasang “Tahanan KPK” lengkap dengan ciri khas rompi berwarna oranye bertuliskan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasangan koruptor tersebut selalu siap menanti di pintu masuk kantor, dan menyapa siapapun yang datang ke Balai Kota.

Masyarakat atau tamu yang datang ke Balai Kota Solok untuk mengurus suatu hal di pemerintahan kerap dibuat terkejut, terlebih bagi yang belum tahu, dan langsung bertanya-tanya maksud adanya tahanan yang tampil di talase terdepan kantor balaikota. Meskipun, tahanan tersebut hanyalah sepasang replika pegawai sebagai suatu peringatan bagi pejabat dan pegawai termasuk kepala daerah.

Wali Kota Solok Zul Elfian mengatakan replika tahanan KPK tersebut merupakan bentuk kampanye anti korupsi, dan sengaja diletakan di tempat yang mudah dilihat, sebagai pengingat kepada segenap pejabat dan ASN, untuk jangan bermimpi memakai rompi tersebut.

“Hal ini dilakukan agar pejabat taat aturan, memakai anggaran dan keuangan daerah dengan profesional, sehingga tidak dijerat korupsi. Dengan berpedoman pada aturan dan regulasi, maka hal-hal yang tidak baik dapat terhindar,” kata Zul Efian.

Sebab, kata Zul efian, sudah banyak contoh pejabat yang tidak hati-hati, serta lalai dan tidak memahami aturan berujung pada tindakan yang salah. Bahkan harus berurusan dengan hukum, karena menyalahgunakan anggaran dan jabatan.

Namun hal tersebut bukanlah batasan yang mengekang program dan kegiatan pemerintahan, setiap OPD harus tetap berinovasi meningkatkan pelayanan, dengan tidak menyalahi aturan.

Bagaimanapun hal ini mempertegas komitmen Pemko Solok, melawan praktek korupsi yang merugikan daerah, siapapun yang terlibat dengan praktek korupsi tidak akan dilindungi oleh Pemko Solok, serta membuka peluang sepenuhnya kepada pihak berwenang, sebagai bentuk dukungan anti korupsi dilingkungan balai kota Solok.

“Kita ingin siapa pun melihat replika tersebut dapat merasakan, sehingga jangan bermimpi memakai pakaian tersebut, kita tidak main-main memerangi dan melawan korupsi, dan jiwa anti korupsi ini harus tertanam dalam diri setiap pejabat dan ASN,” kata Wali Kota Solok Zul Elfian di kantornya, Kamis, 12 April 2018.

Dijelaskan Zul Elfian, pejabat perlu memiliki integritas, karena sudah banyak yang diberikan oleh negara, sehingga jangan sampai terjebak dalam perilaku yang rusak seperti korupsi.

“Sudah cukup banyak yang diberikan negara, dan itu sudah cukup, tidak perlu lagi mencari hal-hal yang rusak dan tidak berkah. Replika ini untuk mengingatkan agar diri seluruh jajaran Pemko sadar, berperilaku jujur dan sesuai dengan aturan,” kata Zul Elfian. (eyn)