Pemko Solok Launching Aplikasi E-Government & E-Gov Monitoring Room

56 views

SpiritNews.Co, Solok | Penerapan Teknologi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi kebutuhan dan tuntutan setiap penyelenggaran instansi pemerintah. Peran TIK semakin penting bagi upaya peningkatan kualitas layanan sebagai salah satu realisasi dari Tata Kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance).

Pengembangan e-Government tersebut juga terdapat dalam Visi dan Misi Kota Solok yang tertuang dalam misi ke-2, maka dari itu Pemko Solok telah melaunching aplikasi-aplikasi e-Government dan meresmikan E-Gov Monitoring Room (EMR), di Balai Kota Solok, Rabu, 21 Februari 2018.

Mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik dan bersih serta reformasi birokrasi, telah menjadi kewajiban pemerintah Kab/Kota untuk mengembangkan TIK, dalam rangka mempermudah kinerja dan tata kelola, menuju transparansi informasi. Yang disusun dalam konsep yang sedang trend saat ini yakni Smart City, sebuah konsep Kota Cerdas yang dirancang guna membantu berbagai hal kegiatan masyarakat, terutama dalam upaya mengelola Sumber Daya yang ada dengan efisien, serta memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat.

Wali Kota Solok Zul Elfian mengatakan, informasi dan komunikasi tidak lepas dari teknologi yang tersedia maka telah sepatutnya disediakan layanan yang berpengaruh pada kehidupan global manusia, yang telah membentuk lingkungan teknologi dalam hal ini sistem informasi.

Sebagaimana yang disampaikan dalam Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2003, tentang penyelengaraan e-Government, diharuskan seluruh Kab/Kota untuk menyelenggarakan pemerintahan berbasis elektronik.

Tidak hanya sampai disitu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) telah membuat sebuah aturan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 42 tahun 2007 tentang panduan umum Tata Kelola TIK Nasional, serta Permen PAN-RB Nomor 13 tahun 2017 tentang pedoman penyelenggaraan Sistem Informasi pelayanan publik nasional.

”Sistem informasi ini merupakan turunan dari aplikasi yang dikelola masing-masing OPD yang ada di Pemko Solok, muaranya adalah pengintegrasian oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomifo) Kota Solok, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai OPD yang mengelola dan mengintegrasikan seluruh aplikasi yang ada di pemko Solok,” kata Zul Elfian dalam sambutanya, ketika melaunching aplikasi-aplikasi e-Goverment sekaligus meresmikan pemakaian e-Gov Monitoring Room (EMR).

Turut dihadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Solok yang diwakili Nasril Malintang, Sekko Solok Rusdianto, anggota DPRD Kota Solok Herdiyulis, Kapolres Solok Kota yang diwakili oleh Kabag Ops Kompol Bresman Simanjuntak, Ketua LKAAM, Forkompinda, BUMN/BUMD, seluruh Asisten, Staf Ahli, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Kantor, Kepala Bagian dilingkungan Pemko Solok.

Walikota mengapresiasi kerja keras Diskomifo Kota Solok dalam mengkoordinir seluruh OPD dalam implementasi TI. Selain itu Diskominfo juga dinilai sebagai OPD di Kota Solok dengan penilaian tertinggi dari Menpan RB. Oleh sebab itu besar harapan kepada Diskominfo untuk terus mengembangkan aplikasi-aplikasi yang ada, dalam rangka upaya perbaikan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Salah satu bentuk koordinasi yang telah dilakukan Diskominfo, hari ini kita saksikan launching beberapa aplikasi-aplikasi e-Gov yang telah dihasilkan sampai saat ini, yang termasuk bagian dari implementasi 158 Inovasi yang telah di launching sebelumnya. Kita tentunya sangat berharap aplikasi-aplikasi yang telah ada merupakan upaya perbaikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wako.

Dijelaskan Wali Kota, sistem informasi, merupakan kombinasi dari TI dan aktivitas manusia yang menggunakan teknologi itu, untuk mendukung operasi dan manajemen.

Sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah serta sarana perlindungan bagi penyelenggara layanan publik, agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan akurat, yang merupakan muara dari Reformasi Birokrasi yag dilakukan oleh instansi pemerintah daerah dalam hal ini pelayanan publik.

Aplikasi yang telah dibangun oleh Diskominfo secara mandiri merupakan titik awal dari pengembangan e-Government yang ada di Kota Solok. Seluruh Kepala OPD diminta untuk memulai perubahan dengan mengaplikasikan sistem yang telah dibangun.

Selain itu, Pemko Solok melalui Diskominfo telah memulai pelaksanaan Smart City tahap awal, dan saat ini Pemko Solok telah masuk dalam penilaian “role model”, dalam mengimplementasikan program Smart City yang merupakan program dari Kemenkominfo bekerjasama dengan KemenPan-RB, Kemendagri, Kementerian PPN/Bappenas, KemenPUPR, Kantor staf kepresidenan dan Kompas Gramedia dalam penyelenggaraan progran gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia.

Diskomifo juga telah membuka lowongan bagi tenaga programer yang akan difungsikan sebagai tenaga untuk merancang aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh OPD di Pemko Solok, tidak hanya dibidang aplikasi dan SDM, Diskominfo juga mengoperasikan ruangan yang akan menjadi cikal bakalnya ruangan “Command Center” atau “IT Center”.

“Dengan banyaknya inovasi dan aplikasi ini, oleh Diskomifo, saya harapa kepada seluruh OPD untuk bersinergi dan bersama-sama memulai perubahan ke arah yang lebih baik menuju tata kelola pemerintahan good governance di Kota Solok,” tegas Wali Kota Solok.

Dijelaskan Kadis Kominfo Zulfadli untuk mencapai konsep dari Smart City perlu dipenuhi 6 dimensi, yakni Smart Economy, Smart Mobility, Smart Environtment, Smart People, Smart Living dan Smart Governance. Dalam hal ini Kota Solok telah menerapkan 6 dimensi Smart City yang harus dipenuhi.

Selain itu juga beberapa dimensi pemeringkatan e-Government yakni kebijakan, kelembagaan, infrastrutur, aplikasi dan perencanaan, di Kota Solok yang masuk dalam objek Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI).

“Sesuai dengan Peraturan Daerah kota solok Nomor 5 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, Diskominfo yang masih berumur satu tahun telah bisa menampilkan begitu banyak perubahan di bidang TI. Diskominfo juga telah membuat sebuah ruangan cikal bakalnya ruangan Command Center atau IT Center Pemko Solok, namun dikarenakan masih banyak keterbatasan baik dalam bentuk fasilitas maupun kapasitasnya, maka sesuai dengan keadaan saat ini kami berikan nama e-Gov Monitoring Room (ERM),” kata Zulfadli.

ERM merupakan ruangan server dari beberapa aplikasi dan videowall yang menampilkan berbagai aplikasi dan tampilan CCTV serta monitoring beberapa kegiatan. Tidak hanya dibidang fisik tersebut, Diskominfo juga membangun dan merancang begitu banyak sistem informasi dan aplikasi, yang merupakan hasil karya dari Staf Diskominfo serta adopsi dari Kemenkominfo.

Adapun aplikasi-aplikasi yang telah dirancang oleh Diskominfo yaitu, portal website kota solok dengan nama www.solokkota.go.id. Sistem Informasi Pemesanan Ruang Rapat (Simesra) yang memudahkan OPD instansi vertikal dan masyarakat dalam pemesanan ruang rapat aula sehingga tidak terjadi lagi tumpang tindih.

Sistem Informasi Jadwal Kepala Daerah (SiJaka) untuk memudahkan OPD instansi vertikal dalam membuat jadwal kegiatan yang melibatkan kepala daerah. Info Publik Solok (IPS) yang merupakan portal informasi yang update setiap hari.

Elektronik SPPD untuk memudahkan pegawai dalam pertanggung jawaban SPPD. Dan aplikasi Sistem Informasi Tunjangan Kinerja (SiTukin) untuk mempermudah penghitungan tunjangan kinerja.

Sedangkan aplikasi yang diadopsi dari Kementerian dan lembaga serta daerah lainya yaitu aplikasi Simaya berfungsi sebagai portal pelayanan informasi bagi publik.

Aplikasi LaporSP4N yang berfungsi sebagai aplikasi yang terintegrasi dari pemerintah pusat untuk menerima laporan dari masyarakat. E-Planing yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Medan untuk diadopsi oleh Bappeda Kota Solok yang dikembangkan oleh Diskominfo dan telah digunakan pada Musrenbang Kelurahan dan Musrenbang Kecamatan.

Kemudian aplikasi E-Sakip merupakan aplikasi yang di kelola oleh Pemko Bandung yang juga diadopsi oleh Bagian Organisasi Kota Solok.

“Seluruh OPD diharapkan untuk berpartisipasi dalam penggunaan aplikaso E-Government dan E-Gov Monitoring Room, sesuai dengan Perwako Penyelenggaraan dan Pengembangan E-Government dan Instruksi Walikota tentang pengadaan dan pengembangan sistem informasi berbasis elektronik, pengelolaan domain dan sub domain, serta master plan Smart City di lingkungan Pemko Solok,” kata Zulfadli. (eyn)