Pemerintah Klaim Teluk Balikpapan Sudah Bersih

15 views

SpiritNews.Co, Balikpapan | Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, mengklaim teluk Balikpapan telah bersih sepenuhnya dari minyak akibat kebocoran pipa Pertamina.

Plt Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang melakukan pemantauan perairan Teluk Balikpapan pada Sabtu siang, 7 april 2018, memastikan bahwa ceceran minyak sudah bersih.

“Bisa lihat sendiri perairan Balikpapan sudah bersih tidak ada ceceran minyak dalam bentuk kecil-kecil. 100 persen sudah bisa dikatakan normal. Kalau di permukiman atas air berdasarkan laporan sudah 95 persen, ” katanya seperti dilansir dari Okezone.

Menurutnya, target empat hari pantai bersih dari ceceran minyak sudah dapat dirasakan warga Balikpapan. “Silakan warga Balikpapan bisa menikmati kembali pantainya. Soal status darurat dampak tumpahan minyak masih kita lihat ke depan bisa saja gak perlu sampai 15 hari ke depan bisa kita cabut,” ujarnya.

Sementara pembersihan ceceran minyak di pemukiman penduduk kampung atas air seperti keluarahan Margasari, Baru Tengah, baru Ulu terus dilakukan meskipun intensitas tidak seperti pada dua hari lalu.

“Warga bersama Pertamina dan relawan terus melakukan pembersihan termasuk mengangkut sampah-sampah yang ada di sekitar pemukiman. Tentu ini berkat kerjasama dan kordinasi kita semua,” katanya.

Terpisah, pihak Pertamina juga sudah mengurangi 4 unit kapal yang dioperasikan untuk proses pembersihan Teluk Balikpapan.

Dari sebelumnya 21 unit menjadi 17 unit. “Sehingga tim yang diterjunkan tinggal 170 orang yang terbagi dalam 3 shift, di mana sebelumnya 234 personil ,” kata Yudy Nugraha, Region Manager Communication & CSR Kalimantan.

Yudi menjelaskan, kegiatan difokuskan di zona 1 Pangkalan LLP ( Lindungan Lingkungan Perairan) dan Kampung Baru, sementara untuk zona lainnya dilakukan patroli penyisiran.

Pembersihan ceceran minyak di Teluk Balilpapan dibagi dalam 4 zona. Zona dua mencakup area Rede dan Kolam Labuh. Zona tiga mencakup Pantai Monpera dan Zona empat mencakup Lepas Pantai dan sekitarnya.

Tim yang melakukan pembersihan terdiri dari petugas lindungan lingkungan perairan, teknis pendukung dan kru kapal. Armada kapal terdiri dari 9 unit tug boat, 3 unit patrol boat, 3 unit oil barge dan 2 aluminium boat.

“Pembersihan sisa ceceran minyak yang berada di bawah rumah penduduk terus dilakukan bersama dengan masyarakat setempat. Pembersihan ini dilakukan dengan memperhatikan pasang surut air,” jelasnya.

Sampah-sampah yang dikumpulkan dibawa ke penampungan bank sampah, yang merupakan salah satu unit lain kegiatan kesadaran lingkungan warga Margasari.

“Sampah yang kami kumpulkan hari ini, sudah bisa ditampung di bank sampah, karena sejak kemarin kondisi perairan sudah bersih tidak ada minyaknya lagi,” tukas Ride. (okz/red)