PDIP: Pembahasan Cawapres untuk Jokowi Makin Menghangat Usai Pilkada

11 views

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno.

SpiritNews.Co, Jakarta | Elektabilitas Joko Widodo di berbagai lembaga survei mengenai bursa calon presiden (capres) di Pilpres 2019 selalu menjadi yang tertinggi dibandingkan sosok lainnya. Meski begitu, hingga kini belum ada satu nama pasti untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Jokowi.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengungkapkan, sosok cawapres Jokowi akan memasuki pembahasan panas usai Pilkada 2018. Hendrawan juga menyiratkan, tak hanya soal cawapres, akan dibahasa pula soal partai politik (parpol) lainnya yang kemungkinan akan bergabung ke dalam koalisi Jokowi.

“Tunggu setelah pilkada akhir Juni, Juli, Agustus, baru lebih intensif. Bahkan hari yang mendebarkan baru pada minggu-minggu bulan September. Itu wilayah komunikasi para ketum (ketua umum) parpol koalisi,” kata Hendrawan seperti dilansir dari Okezone, Rabu, 30 Mei 2018.

Dari beberapa lembaga survei, seperti Alvara Research Center, Indikator, Litbang Kompas, Cyrus Network, dan Poltracking, elektabiltas Jokowi selalu unggul dibandingkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hendrawan melanjutkan, dalam menentukan cawapres Jokowi, koalisi akan membahas seluruh persiapan dan kemungkinan dengan matang. Nama pendamping Jokowi akan dimunculkan ketika memang semua proses politik sudah jelas dan diketahui siapa lawan yang akan menghadapi Jokowi di pesta demokrasi lima tahunan nanti.

“Di atas kertas, strategi terbaik apabila ditentukan setelah semua menjadi jelas, termasuk siapa paslon yang akan dihadapi atau berlaga di Pilpres,” tuturnya.

Dalam dunia politik, menurut Hendrawan, adu strategi adalah hal yang biasa. Tetapi, menurutnya, dalam koalisi sepakat calon petahana memiliki keistimewaan untuk menentukan pasangannya pada menit-menit terakhir.

“Dalam politik ihwal tekan menekan dan posisi tawar, soal biasa. Jadi tak perlu ada yang dirisaukan,” ujarnya. (okz/red)