Oknum Dinas Perhubungan Kota Solok Ditangkap Tim Saber Pungli

56 views

SpiritNews.Co, Solok | Setelah mendapat informasi dari masyarakat, terkait adanya dugaan praktik Pungutan Liar (Pungli), di Pos TPR Terminal Kota Solok, Unit Saber Pungli Kota Solok yang dipimpin Wakapolres Solok Kota melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan berhasil mengamankan dua orang oknum Dinas Perhubungan Kota Solok beserta uang sebanyak Rp.3.697.000.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiwan mengatakan, pada hari Rabu, 31 Januari 2018, sekira pukul 04.00 Wib, bertempat di Pos TPR Terminal Kota Solok, pihaknya telah mengamankan 2 orang petugas dari Dinas Perhubungan Kota Solok yang sedang melakukan pungutan liar, ketika melaksanakan piket.

Dua orang tersebut, Jufri (20), seorang pegawai honorer Dishub Kota Solok, warga Kelurahan Nan Balimo Kota Solok dan Irsal (50), PNS Dishub Kota Solok, warga Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebanyak Rp.3.697.000 yang merupakan hasil pungutan retribusi dari tanggal 30-31 Januari 2018, serta blanko setoran yang telah diisi sebesar Rp. 2.700.000, untuk disetorkan pada Bendahara Penerima, dan 4 bundel sisa bukti pembayaran retribusi terminal. Serta 5 orang saksi yang merupakan pembayar retribusi.

“Kejadian bermula dari adanya informasi dari masyarakat bahwa di Pos TPR Terminal Kota Solok terjadi dugaan pungli dengan memungut setoran retribusi mobil angkutan barang tanpa menyerahkan kertas bukti setoran,” kata Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiwan melalui Ketua UPP Saber Pungli Kompol Sumintak, Kamis, 1 Februari 2018.

Kemudian petugas polisi melakukan penyelidikan dengan memberhentikan dan menanyakan kepada saksi-saksi tentang dugaan tersebut. Ternyata dibenarkan oleh saksi bahwa ketika saksi-saksi melakukan penyetoran retribusi tidak ada diberikan tanda setoran oleh petugas TPR. Kemudian petugas polisi melakukan pengintaian di Pos TPR dan benar ditemukan 2 petugas TPR memungut retribusi tanpa memberikan kertas bukti setoran.

Petugas langsung mengamankan 2 orang petugas Pos TPR tersebut ke Polres Solok Kota guna penyelidikan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tersangka dan dihubungkan dengan barang bukti yang ada.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiwan mengatakan, bahwa diakui sendiri oleh tersangka bahwa benar telah memungut uang retribusi, kemudian mengisi blangko setoran dengan tulisan tangan jumlah Rp. 2.700.000, untuk disetorkan pada Bendahara Penerima. Terdapat sisa pungutan yang didapat dari pemungutan tanpa karcis sebanyak Rp.997.000, yang akan dibagi rata oleh tersangka untuk keperluan pribadi.

Berdasarkan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 8, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda sedikit Rp.150.000.000 dan paling banyak Rp.750.000.000.

“Dari pengakuan tersangka, rata-rata mereka mendapat penghasilan Rp.1 juta sampai Rp1,5 juta setiap harinya. Uang tersebut dipakai untuk makan dan minum piket selama sehari dan sisanya dibagi rata. Modus mereka adalah dengan tidak memberikan karcis. Pelaku tidak ditahan karena kerugian negara di bawah Rp.5 juta, dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Nanti vonis hukuman, hakim yang tentukan. Kalau nanti ditemukan setelah diaudit lebih dari Rp.5 juta maka akan ditahan. Terkait adanya pelaku lain, belum ke arah situ, namun masih banyak yang perlu kita lakukan,” kata Dony. (EYN)