Kepala Dinas Perizinan Pemkab Padang Lawas Terjaring OTT

12 views

Penangkapan Asreh di hotel oleh polisi (Foto Istimewa).

SpiritNews.Co, Medan | Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan pungutan liar (pungli) pada pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Pemkab Padang Lawas, Sumatera Utara.

Dari operasi tersebut, polisi menangkap Kepala Dinas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Padang Lawas, Asreh Hasibuan dan barang bukti uang tunai senilai Rp50 juta.

Asreh ditangkap karena patut diduga melakukan pungli dalam pengurusan Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) yang dimohon oleh PT Duta Varia Pertiwi (DVP).

“Tersangka (Asreh Hasibuan) kita amankan dalam OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut di Hotel Al-Marwah, Jalan Ki Hajar Dewantara. Bangun Raya, Sibuhuan, Padang Lawas, Sumut, Senin 28 Mei 2018 sore kemarin,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Habinsaran Panjaitan seperti dilansir dari Okezone, Rabu, 30 Mei 2018.

Toga menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi yang diterima Polisi dari masyarakat yang menyatakan Asreh meminta sejumlah uang dalam permohonan Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) PT Duta Varia Pertiwi.

Dia menuntut Rp250 juta kepada Ely Irwan Harahap, kuasa PT Duta Varia Pertiwi dalam pengurusan IUP-B itu.

Ely menawar biaya pengurusan menjadi Rp150 juta. Namun, Asreh bergeming; tetap bertahan pada angka Rp250 juta. Asreh pun meminta pembayaran pertama Rp50 juta. Sisanya ditransfer melalui rekening.

Uang panjar itu sebelumnya dipindahkan sopir dari mobil Ely ke mobil dinas Arseh di parkiran Hotel Marwah sekira pukul 14.00 WIB. Uang dibungkus plastik hijau itu diletakkan di atas tumpukan berkas pada jok depan sebelah kiri Toyota Rush hitam dengan pelat merah BB 1064 KK.

Selanjutnya Arseh membuka bungkusan plastik itu dan mengambil uang Rp5 juta. Sisanya Rp 45 juta dipindahkan dari jok depan ke jok belakang dengan ditutupi bantal bermotif bunga-bunga.

Sekira pukul 15.00 WIB setelah memindahkan uang, Arseh mengemudikan mobilnya hendak meninggalkan perkarangan Hotel Al-Marwah. Saat itulah dia ditangkap tim dari Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Petugas juga menyita Rp50 juta dan dokumen lain dari dalam mobil dinas Arseh, seperti surat permohonan izin lokasi PT Duta Varia Pertiwi di Desa Ujung Batu, Sosa, Padang Lawas, Nomor: 006/DVP/III/ 18 tanggal 06 Maret 2018. Turut diamankan satu bantal motif bunga-bunga, plastik hijau, serta 3 unit HP milik Arseh dan 2 unit HP milik Ely Harahap.

Polisi masih memeriksa Asreh yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka juga memintai keterangan Ely dan dua bawahan Asreh yang masih berstatus saksi.

Dalam kasus ini, Asreh dijerat dengan Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 11 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001.

“Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” kata Toga. (okz/red)