Kasus Eksploitasi Seks Anak Jalanan, Polisi Surati Kedubes Jepang

67 views

Gedung Polda Metro Jaya.

SpiritNews.Co, Jakarta | Polres Metro Jakarta Selatan menangkap dan menahan AA, pria berkewarganegaraan Jepang terkait eksploitasi seksual terhadap anak jalanan. Polisi berkoordinasi dengan Kedubes Jepang terkait penahanan AA tersebut.

“Berkaitan dengan pedofil warga negara Jepang, tentunya dari Polres Jakarta Selatan sudah menahan yang bersangkutan dan kita sudah mengirim surat ke Kedutaan Jepang bahwa ada warganya yang melakukan tindak pidana,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 2 Januari 2018.

Atas kasus itu, AA dijerat dengan tindak pidana Undang-Undang Perlindungan Anak. Aa ditahan karena diduga mengeksploitasi secara seksual anak jalanan yang dijual oleh sindikat prostitusi di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatab.

“Karena dia membujuk anak-anak jalanan di pinggir jalan yang jualan tisu itu dan dia lakukan pencabulan di situ,” imbuhnya.

Polisi saat ini masih memeriksa AA. Polisi akan mendalami seberapa sering AA menjadi pelanggan seksual anak jalanan yang dijual oleh 4 wanita tersebut.

“Ini masih kita dalami kembali apakah yang bersangkutan itu sering melakukan atau tidak, tapi dari keterangan baru pertama kali ini. Tapu penyidik tidak begitu percaya begitu saja dan tentunya akan mencari saksi-saksi yang lain dan apakah yang bersangkutan tersangka ini ada TKP lain selain TKP yang kemarin,” papar Argo.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya WNA lain yang menjadi pelanggan seksual anak-anak jalanan itu.

“Ini sedang kita dalami karena banyak kasus seperti itu yang kita tangani di Polda Metro Jaya yang melibatkan orang asing juga ada yang berafiliasi atau berkomunikasi atau networknya dengan warga negara asing juga ada dan segala kemungkinan sedang kita dalami dari Polda Metro Jaya nanti dari Polres Metro Jakarta Selatan akan kita back up,” terang Argo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menangkap 4 wanita yang diduga menjual anak-anak jalanan untuk dieksploitasi secara seksual. Korban disuruh para pelaku untuk melayani seksuai tersangka AA dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. (red)