Jelang Pilpres 2019, Ini Arahan Khusus Jokowi ke TNI-Polri

31 views

Presiden Jokowi.

SpiritNews.Co, Jakarta | Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan khusus kepada TNI dan Polri menjelang tahun politik. Jokowi meminta TNI dan Polri menjaga netralitas.

“(Presiden Jokowi) mengingatkan tentang posisi TNI dan Polri. Saya kira cukup baik buat kita yang memang dipercayakan untuk dapat kenaikan pangkat bahwa kita juga berkomitmen bahwa TNI dan Polri itu akan mendukung netralitas yang sudah ditentukan atau kebijakan pemerintah,” ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsda Wieko Syofyan seperti dilansir dari detikcom, Selasa, 3 Maret 2018.

Arahan itu disampaikan Jokowi saat melantik 79 perwira tinggi (pati) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan. Menurut Wieko, tak banyak pesan yang disampaikan Jokowi selain mengenai menjaga netralitas tersebut.

Bukan kali ini saja Jokowi mengingatkan TNI-Polri soal netralitas. Jokowi juga berpesan kepada TNI dan Polri agar menjaga netralitas saat memberikan arahan dalam rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri tahun 2018 di Mabes TNI.

“Pesan Bapak Presiden, tetap TNI dan Polri menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan tahapan Pemilu 2019,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto seusai acara pengarahan Presiden Jokowi di Mabes TNI, Jalan Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 3 Maret 2018.

Karena itu, Hadi menyampaikan Jokowi ingin pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan baik.

“Sehingga harapan beliau berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada permasalahan berarti,” ujar Hadi.

Hadi juga telah menekankan netralitas TNI dalam pemilu. Ia akan memastikan TNI menjadi institusi negara yang tak berafiliasi dengan kepentingan golongan politik mana pun.

“TNI harus menjadi suatu institusi negara yang netral dan tidak berafiliasi dengan kepentingan golongan politik mana pun. Kebijakan TNI dalam pengamanan pemilu tentu tetap berpedoman pada kebijakan pemerintah. Yaitu penguatan pertahanan dan stabilitas politik dan keamanan,” ujar Hadi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menegaskan institusinya netral dalam pergelaran Pilkada Serentak 2018. Tito juga mengeluarkan surat Telegram Rahasia (TR) terkait netralitas Polri ini.

“Saya mengeluarkan TR untuk menjaga netralitas. Kepada siapa pun juga, siapa pun paslonnya, kita memiliki sanksi internal, kode etik. Masyarakat bisa melihat ini era bukan zaman dulu, ini ‘zaman now’. Zaman IT cukup dengan kita kalau ada yang tidak netral sedikit di-capture. Pasti kita investigasi internal. Kita tidak ingin mengorbankan institusi demi perorangan, itu yang penting,” kata Tito. (dtc/red)