Dua Hari Tidak Pulang, Pria Ini Ditemukan Tewas di Septic Tank

40 views

SpiritNews.Co, Solok | Kota Solok digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di lubang septic tank yang diduga korban pembunuhan, Minggu, 11 Maret 2018, sekira pukul 11.00 Wib.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan membenarkan hal tersebut. Dijelaskanya, TKP berada di belakang rumah milik Riko Suhendri di Jalan Destamar IV, RT 3/RW 6, Transat, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

“Tepatnya di dalam septic tank resapan. Korban dalam keadaan terbungkus karung goni plastik warna putih dan sudah ditutup kembali dengan coran dan ditimbun tanah,” kata Kapolres.

Identitas korban diketahui bernama Pariyatin yang biasa dipanggil warga Pak Atin, merupakan warga Kota Solok berusia 42 tahun, yang bekerja sebagai petani, dan beralamat di Desa Wisama Kenanga II No. 19 RT II RW VI Ampangkualo Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok.

Kejadian bermula sekira pukul 11.00 wib, Riko Suhendri membersihkan pohon pisang dekat septic tank. Kemudian Riko melihat ada bekas galian tanah di atas septic tank yang janggal.

Riko kemudian menelpon kakaknya sambil mengatakan ada yang mencurigakan di belakang rumah dan tidak lama kemudian datang dua orang kakak kandung Riko.

Selanjutnya menelpon Sakir dan kemudian bapak sakir tiba di lokasi tersebut dan akhirnya menelpon RT setempat dan RT kemudian mengatakan agar menghubungi Polisi.

Pada Pukul 12.45 Wib, personil Polres Solok Kota dan Polsek Kota sampai ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Pada lubang resapan saringan air septic tank diketemukan sebuah karung yang berisi penuh dan dikerubungi lalat. Selanjutnya karung tersebut dibuka dan ditemukan di dalamnya mayat seorang laki-laki dewasa.

Mayat tersebut kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Solok untuk pemeriksaan awal dari pihak medis sambil menunggu pihak keluarga korban untuk memastikan identitas korban.

Istri korban Susilawati tiba di RSUD Solok untuk melihat dan memastikan korban, sekira pukul 15.30. Dikamar jenazah RDUD Solok, Susilawati meyakini dan memastikan korban tersebut adalah suaminya, Priyatin panggilan Pak De Atin yang sudah 2 hari tidak pulang sejak hari Jumat 9 Maret 2018. (eyn)