DPR Tantang Menkes Makan Makarel Bercacing

37 views

SpiritNews.Co, Jakarta | Pernyataan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang menganggap produk sarden kaleng tidak berbahaya mendapatkan respons pimpinan DPR. Untuk membuktikan pernyataannya, Menkes diminta memakannya.

“Jika memang Menkes menyatakan produk makarel itu tidak berbahaya, mungkin Menkes bisa membuktikan. Misalnya dengan demo makan makanan makarel mengandung cacing itu di depan publik, sehingga masyarakat yakin dengan pernyataan Menkes,” ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan seperti dilansir dari detikcom, Jumat, 30 Maret 2018.

Taufik mengatakan Menkes seharusnya memberikan pernyataan yang bisa memberikan ketenangan kepada masyarakat soal temuan cacing di sarden kalengan.

Atas pernyataan Menkes itu, Taufik menilainya sebagai blunder atau bumerang bagi Menkes sendiri.

“Soal pernyataan Menkes itu terkesan blunder, ya. Apalagi katanya mengandung protein. Seharusnya tidak perlu keluar statement itu. Seharusnya kan Menkes bisa memberi statement yang menenangkan masyarakat, dan tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai produk-produk itu,” ujarnya.

Tafik mengatakan, pernyataan itu tak mencerminkan seorang Menteri Kesehatan. Ia menyarankan, daripada mengeluarkan pernyataan itu, lebih baik Menkes mengimbau masyarakat membantu pemerintah melaporkan 27 produk itu jika masih ada di pasaran.

“Ini bukannya masyarakat menjadi tenang, justru malah mempertanyakan kompetensi Menkes. Itu juga kelihatan di media sosial, sempat ramai. Tapi, terlepas dari itu, kita tetap mendorong BPOM untuk memantau produk itu di pasaran, dan meminta produsen menarik produknya dari pasaran,” ungkap Taufik.

Selain itu, pernyataan Menkes itu dirasakannya kontradiktif dengan langkah yang diambil oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang meminta produsen menarik produk tersebut.

Sebelumnya, dalam kesempatan seusai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Menteri Nila menyebut kandungan cacing dalam produk sarden kalengan itu tak terlalu bermasalah bagi tubuh manusia jika dimasak dengan benar. (dtc/red)