BPBD Kota Cilegon Gelar Apel Siaga Bencana

23 views

SpiritNews.Co, Cilegon | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengadakan kegiatan Apel Siaga Bencana Tingkat Kota Cilegon Tahun 2017, di Jalur Protokol depan Kantor Wali Kota Cilegon, Kamis, 07 Desember 2017.

Plt. Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta apel.

“Saya selaku Plt. Wali Kota Cilegon, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, yang telah menyelenggarakan kegiatan apel siaga bencana tingkat Kota Cilegon tahun 2017, sehinnga apel ini dapat berlangsung dengan baik pada pagi hari ini. Saya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada unsur TNI/Polri, tenaga medis, Dishub, Pol PP, Damkar, Basarnas, Unsur Perusahaan serta Seluruh peserta apel yang telah hadir pada apel siaga bencana pagi hari ini, dengan diadakannya kegiatan apel ini, diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan kita semua dalam menghadapi bencana,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Edi menjelaskan, bahwa Kota Cilegon berada dalam posisi Geodinamika yang cukup rentan terhadap ancaman tsunami.

“Kota Cilegon berada dalam posisi geodinamika yang cukup rentan terhadap ancaman tsunami, tidak dapat kita bayangkan apabila tsunami terjadi di Kota Cilegon, bukan hanya ketinggian, kecepatan dan debit air yang mengancam Kota Cilegon, namun material bahan kimia dari industri yang berada di sepanjang garispantai yang tercampur di dalamnya jauh lebih bahaya. Hal ini pasti mengakibatkan kerusakan lingkungan dan korban jiwa yang lebih banyak,” ujarnya.

Edi mengingatkan bahwasanya Kota Cilegon merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang cukup pesat dan memerlukan BPBD sebagai koordinator penanggulangan bencana di daerah.

“Mengingat Kota Cilegon merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang cukup pesat, sehingga diperlukan BPBD sebagai koordinator dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana di daerah, yang ditopang oleh TNI/Polri, Instansi Terkait, Dunia Usaha dan Pelaku Industri, serta peran serta Masyarakat Kota Cilegon itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut Edi juga meminta kepada seluruh peserta apel agar senantiasa memiliki kesadaran dan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi lingkungan di mana kita tinggal.

“Pada tahun 2016 yang lalu terjadi 35 kejadian bencana, tentunya kita semua tidak menginginkan bencana besar itu terjadi di Kota Cilegon. Maka dari itu saya minta kepada seluruh peserta apel agar senantiasa memiliki kesadaran dan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi lingkungan di mana kita tinggal, dengan menyiapkan langkah-langkah antisipatif yang terbaik,” ungkapnya.

Edi berpesan kepada BPBD Kota Cilegon untuk melakukan langkah antisipatif dalam penanggulangan bencana.

“Khusus bagi BPBD Kota Cilegon, langkah antisipatif yang saya maksudkan difokuskan kepada pemantauan setiap titik-titik rawan banjir dan longsor yang ada di Kota Cilegon, yang tidak boleh dilupakan adalah kondisi seluruh sarana prasarana pendukung dalam penanggulangan bencana, mulai dari kendaraan operasional, perahu karet, bahan makanan dan minuman, saya minta semua di cek kembali dan harus dalam kondisi siap untuk digunakan,” tuturnya. (adnan/red)