Belasan Ribu Turis Singapura-Malaysia Serbu Batam, Antrean Mengular di Pelabuhan

19 views

Antrean di Pelabuhan Batam.

SpiritNews.Co, Batam | Libur panjang membuat antrean turis mengular di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Jumat siang, 30 Maret 2018.

Terdata, sebanyak 14 ribu lebih turis yang didominasi asal Malaysia dan Singapura masuk ke Batam untuk berlibur.

Jumlah ini melonjak 10 kali lipat dibandingkan akhir pekan biasanya. Kepadatan turis di pintu masuk kedatangan Pelabuhan Internasional Batam Center ini sudah berlangsung sejak pukul 10.00 pagi.

Kepala Seksi Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center, Sobri mengatakan bahwa jumlah penumpang kali ini meningkat cukup tinggi dibandingkan akhir pekan biasanya. Biasanya, jumlah penumpang atau turis yang masuk melalui Pelabuhan Internasional Batam Center pada akhir pekan biasanya hanya 6000 hingga 7000 orang.

“Sekarang ini sampai yang sudah masuk mencapai Rp14 ribu. Jumlah ini pasti bertambah karena antrean masih cukup panjang,” kata Sobri seperti dilansir dari Okezone.

Untuk menampung jumlah turis yang membeludak tersebut, beberapa pihak armada kapal ferry menambah jumlah trip berlayar dari Singapura dan Malaysia menuju Batam.

“Di hari biasanya, ada 60-70 trip dari Batam dan menuju Batam. Dan untuk hari libur panjang ini ada penambahan 14 trip untuk masuk dan keluar Batam,” kata Sobri lagi.

Sementara itu, untuk data penumpang yang meninggalkan Batam tercatat sebanyak 7.000 orang di hari pertama libur panjang ini. Jumlah tersebut terdata bertandang ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.

“Walaupun jumlahnya tidak seperti keberangkatan tapi mereka sudah mengantre sejak subuh,” kata Sobri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Internasional Batam Center. Lucky memantau antrean panjang di pelabuhan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Lucky menginstruksikan kepada petugas untuk mendahulukan orang tua dan juga ibu-ibu yang membawa anak.

“Kita usahakan ibu-ibu yang membawa anak didahulukan. Dan walaupun kondisi ramai, pengawasan tetap kita tingkatkan,” katanya. (okz/red)