Begini Kesaksian Syahrini di Sidang Kasus First Travel

21 views

Syahrini di sidang bos First Travel di PN Depok, Senin, 2 April 2018.

SpiritNews.Co, Jakarta | Setelah dua kali mangkir dari panggilan jaksa, artis Syahrini akhirnya datang ke Pengadilan Negeri Depok. Syahrini blak-blakan soal perjalanan umrah VVIP dan kerja sama untuk promosi First Travel lewat posting-an di Instagram.

Kedatangan pemilik nama asli Rini Fatimah Jaelani ini bikin heboh ruang sidang yang kebanyakan calon jemaah korban penipuan umrah First Travel.

Di awal sidang, Syahrini langsung menerangkan perjalanan umrah dengan membayar tiket perjalanan Rp 167 juta bersama 12 anggota keluarga pada 26 Maret 2016.

“Dua belas ini saya bayar tiket Rp 167 juta dan ada kuitansinya. Segitu kami bayar murni 12 orang dengan kerja sama fasilitas VVIP dan saya harus posting dua kali sehari,” kata Syahrini saat bersaksi dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin, 2 April 2018.

Syahrini mem-posting kegiatannya dengan hashtag First Travel dan hashtag umrah VVIP. Beres umrah, Syahrini dan rombongan menuju Istanbul, Turki. Tiga hari Syahrini berada di Istanbul dengan kewajiban atas kerja sama yang surat kesepakatannya diurus adiknya.

“Saya harus posting juga di Istanbul,” sebutnya.

“Keuntungan First Travel banyak sekali. Kalau saya hitung, sekali (saya) posting saja, mereka harus bayar lebih dari Rp 1 miliar,” imbuh pelantun lagu ‘Sesuatu’ ini.

Tapi Syahrini menegaskan tidak pernah menerima duit sepeser pun secara langsung dari kerja sama dengan First Travel tersebut. Justru agen perjalanan umrah itu, disebut Syahrini, mendapat banyak keuntungan.

Soal duit dari rekening First Travel yang keluar untuk Syahrini pernah diungkap eks pegawai First Travel, Regiana Azachira. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Regiana menyebut First Travel merogoh uang Rp 1 miliar untuk membiayai Syahrini umrah dan pelesir.

“First Travel memberangkatkan Syahrini dengan membawa 11 peserta dan keberangkatan ini gratis berupa paket umrah dan jalan-jalan ke Turki senilai Rp 1 miliar,” ujar Regiana dalam BAP yang dibacakan dalam sidang beberapa waktu lalu.

Syahrini juga mengaku bersimpati kepada calon jemaah umrah yang menjadi korban. Syahrini baru tahu terjadi masalah dengan First Travel setelah bos First Travel menjadi tersangka di Bareskrim Polri.

“Kalau saya tahu kredibilitas First Travel seperti ini, naudzubillah saya nggak akan memakai First Travel,” kata Syahrini.

Gaya ‘cetar’ Syahrini ditunjukkan lewat penampilan saat datang ke pengadilan. Syahrini diketahui memakai jaket biru berlabel Adidas x Stella McCartney. Selain jaket, Syahrini menggunakan kacamata Gucci.

Tak hanya urusan penampilan, Syahrini juga ‘bergaya’ saat memberikan keterangan untuk bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan.

Saat menjawab sejumlah pertanyaan, Syahrini sempat menyela sidang yang dipimpin hakim ketua Sobandi.

“Izin Pak, saya boleh lepas jaket nggak, saya kegerahan,” pinta Syahrini.

Hakim mengizinkan Syahrini melepaskan jaketnya asalkan baju yang digunakan tetap sopan. Suasana ruang sidang riuh hingga Syahrini memberikan kode dengan tangan telunjuk meminta pengunjung sidang tetap tenang.

Posisi duduk Syahrini juga sempat menjadi perhatian. Syahrini diminta hakim duduk menghadap ke depan, bukan menyamping ke arah meja jaksa.

“Saudara Saksi, hadap sini saja, menghadap ke hakim saja biar nggak pegel,” kata hakim.

“Betul ini, pegal sekali,” kata Syahrini sambil mengibaskan rambut.

Setelah selesai memberikan kesaksian, Syahrini lantas menyelipkan pesan kepada majelis hakim. Syahrini berharap hakim bisa membantu korban dugaan penipuan umrah First Travel lewat putusan pengadilan.

“Saya ada tambahan Pak, saya berharap, dengan saya dijadikan saksi, segera Bapak Hakim dan jaksa bisa menuntaskan nasib jemaah,” ujarnya.

Syahrini mengaku bersimpati kepada korban penipuan umrah yang jumlahnya puluhan ribu orang. Syahrini mengaku ikut membantu memberangkatkan perjalanan umrah 20 orang.

“Kasihan Pak, jangan dibela-belain. Bapak harus bener, jangan bela yang salah, saya hanya jadi saksi saja. Tahun kemarin saya hanya bisa berangkatkan 20 orang, semoga saya bisa berangkatkan lagi,” sambung Syahrini. (dtc/red)