Atpusi Gelar Sosialisasi di SMPN 1 Kota Serang

11 views

SpiritNews.Co, Serang | Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (Atpusi) belum lama ini menggelar kegiatan sosialisasi di SMPN 1 Kota Serang.

Kegiatan yang mengambil tema “‘Dengan Sosialisasi Atpusi kita tingkatkan pemberdayaan perpustakaan sekolah/madrasah menuju insan madani” tersebut turut hadir diantaranya, Wali Kota Serang yang diwakili oleh Sekda Kota Serang Tb. Urip Henus Surawardana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang H.Zubaidillah, Kepala Perpustakaan Kota Serang, Kepala Kemenag Kota Serang, Ketua Atpusi Pusat, Ketua Atpusi Provinsi Banten, perwakilan Ketua Atpusi Wilayah, Kepala Sekolah dan Perpustakaan se Kota Serang dan para Kepala UPT se Kota Serang.

Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kota Serang Tb. Urip Henus Surawardana mengatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mendukung penuh gerakan Atpusi Kota Serang, dan Wali Kota Serang menginginkan Atpusi Kota Serang membuat gebrakan untuk kegiatan perpustakaan sekolah yang harus bisa berjalan sebagaimana mestinya, mengingat perpustakaan yang ada di sekoah-sekolah sekarang ini kurang ada kegiatannya.

Untuk tenaga pengelola perpustakaan, di setiap sekolah harus profesional supaya perpustakaan dapat dikembangkan dan membuat perpustakaan di sekolah semenarik mungkin dan senyaman mungkin, karna belakangan ini banyak siswa dan masyarakat menyenangin media internet, dibandingkan berkunjung ke perpustakaan.

“Dengan adanya Atpusi, pengelola perpustakaan akan membimbing dan mudah-mudahan Perpustakaan dapat berjalan dengan baik. Sehingga minat baca siswa untuk membaca di Perpustakaan kembali disenangin siswa dan masyarakat. Karna pemerintah pusat dan daerah sedang gencar-gencarnya memprioritaskan gerakan literisasi (L),” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang H.Zubaidillah dalam sambutannya menjelaskan, bahwa kegiatan Atpusi Kota Serang cukup baik dengan dana swadaya dari berbagai instansi kegiatan ini bisa berjalan dengan baik.

“Untuk kegiatan Atpusi Kota Serang tahun ini belum masuk ke anggaran APBD, Diknas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dan Pemerintah Kota Serang. Untuk tahun depan, anggaran Atpusi akan dimasukan ke anggaran APBD, kalau anggaran sudah ada. Untuk itu, Atpusi Kota Serang diharapkan dapat membuat acara seminar per triwulan guna meningkatkan tenaga perpustakaan di Sekolah menjadi tenaga yang profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Atpusi Kota Serang Erni Alwi mengatakan, bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Atpusi Pusat, Atpusi Provinsi, Kota dan Kabupaten serta pengurus-pengurus Atpusi wilayah.

Menurutnya, Atpusi dibentuk di bawah naungan pemerintah pusat dan daerah. Atpusi berdiri pada tgl 28 Mei 2009 di Gedung Melenium tepatnya di Hotel Melenium Jakarta, dan beranggota 33 Provinsi, Provinsi Banten belum termasuk karna Provinsi Banten sendiri baru terbentuk menjadi provinsi ke 34.

Ia menjelaskan, bahwa Atpusi Kota Serang terbentuk pada 4 November 2017 bersamaan dengan terbentuknya Atpusi Provinsi dan pelantikannya di Perpusda Provinsi banten.

Untuk pengurus Atpusi Kota Serang berjumlah 25 personil yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota Komisi.

Untuk gedung Sekretariat masih menempati di MAN 2 Kota Serang. Untuk wilayah yang dicapai berjumlah, SD 250 sekolah negeri/swasta, SMP 70 sekolah negeri/swasta, SMA/SMK 70 sekolah negeri/swasta.

“Dari sekian sekolah yang kita undang, hanya sebagiannya mengingat anggaran kita yang masih minim, tapi mudah-mudahan ke depan kita akan undang semua sekolah. Saya mohon doanya dan untuk ke depannya insya allah kita pengurus akan datang ke perpustakaan sekolah-sekolah, untuk pembinaan sehingga pengelola perpustakaan dapat pelatihan dan mengembangkan perpustakaan dengan baik,” jelasnya.

“Untuk itu, saya sebagai pengurus Atpusi Kota Serang ingin mengajak pemerintah, Dinas Pendidikan, masyarakat dan sekolah-sekolah untuk menghidupkan kembali perpustakaan di tempat kita berada, dan mewajibkan siswa dan masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan, walaupun hanya 15 menit untuk membaca. Untuk saat ini yang sedang kita promosikan sebagai literasi di setiap sekolah, dan bagaimana caranya supaya siswa mau berkunjung ke perpustakaan. Solusinya buatlah tempat semenarik mungkin dan senyaman mungkin untuk ruang perpustakaan sehingga minat baca anak untuk berkunjung ke perpustakaan semakin baik. Untuk sekolah SD kita mengundang perwakilan dari Upt-upt untuk diinformasikan ke setiap sekolah-sekolah SD,” tambahnya. (dewi)