Antisipasi Perdagangan Orang, Pemko Solok Gelar Sosialisasi TPPO

17 views

Ilustrasi.

SpiritNews.Co, Solok | Perdagangan orang merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengeksploitasi atau mengambil alih kendali orang lain, perdagangan orang merupakan kasus yang berbahaya.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemko) Solok melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk dapat mewaspadai hal itu.

DPPPA melaksanakan sosialisasi Pencegahan dan Pelayanan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kepada 51 orang peserta yang berasal dari SKPD dan Kelurahan.

Meskipun belum ada terjadi kasus perdagangan orang di Kota Solok, namun kewaspadaan serta peningkatan pengawasan dan pengetahuan dinilai penting agar kasus TPPO tidak terjadi di Kota Solok.

Sosialisasi diadakan di Aula Dinas Sertempat, beberapa waktu yang lalu, dengan mendatangankan narasumber Ifrah dari Dinas PPPA Provinsi Sumbar dan Afriyanto dari Polres Solok Kota.

Kepala DPPPA Kota Solok Delfianto mengatakan, perdagangan orang merupakan tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang, atau memberi bayaran.

“Dengan itu semua diperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan dalam negara, maupun antar negara untuk bertujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. Meskipun perdagangan orang belum pernah terjadi di Kota Solok, hal ini perlu diwaspadai dengan peningkatakan pengawasan, sehingga tidak akan pernah terjadi di Kota Solok,” kata Delfianto.

Narasumber kepada para peserta memberikan sejumlah pengetahuan tentang beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah TPPO, seperti memberi pengetahuan dan sosialisasi masalah TPPO kepada masyarakat, berperan aktif mencegah dengan melaporkan kasus yang diketahui, serta mengarahkan anggota keluarga untuk berhati-hati dalam berteman. (eyn)